Tes Waktu Reaksi

04 / 08

Faktor yang Memengaruhi Waktu Reaksi — Usia, Tidur, Kafein, Kelelahan

Bagaimana usia, kurang tidur, kafein, kelelahan, dan kondisi tubuh mengubah waktu reaksi, dirangkum berdasarkan hasil penelitian.

Coba tes ini sekarang →

Waktu reaksi orang yang sama pun berbeda dari hari ke hari, bahkan dari jam ke jam. Berikut faktor-faktor yang relatif sudah terbukti dalam penelitian.

Usia

Der & Deary (2006) menganalisis data waktu reaksi dari UK Health and Lifestyle Survey (7.130 orang dewasa berusia 18–94 tahun). Waktu reaksi sederhana hampir tidak melambat hingga sekitar usia 50 tahun, lalu melambat setelahnya, sedangkan waktu reaksi pilihan melambat secara konsisten sepanjang masa dewasa. Dalam sampel ini, waktu reaksi wanita sedikit lebih lambat dan lebih bervariasi daripada pria.

Seiring bertambahnya usia, bukan hanya rata-rata tetapi juga fluktuasi antarpercobaan (variabilitas) cenderung membesar. Itulah sebabnya situs ini juga menampilkan simpangan baku.

Kurang tidur

Van Dongen dkk. (2003) membatasi tidur menjadi 4, 6, atau 8 jam per hari selama 2 minggu dan melaporkan bahwa bahkan peserta yang terus tidur 6 jam pun kinerjanya pada tugas perhatian (PVT) makin memburuk hingga setara dengan orang yang begadang semalaman. Yang sangat penting, para peserta tidak merasa mengantuk sebesar penurunan tersebut.

Saat kurang tidur, yang pertama bertambah bukan rata-rata waktu reaksi, melainkan percobaan yang sesekali jauh lebih lambat (lapses perhatian). Jika dalam satu set sering muncul satu atau dua nilai yang sangat lambat, itu bisa menjadi tanda kelelahan.

Kafein

Tinjauan McLellan dkk. (2016) menyimpulkan bahwa kafein dalam jumlah sedang meningkatkan kewaspadaan, perhatian, dan waktu reaksi, dengan efek yang terutama jelas saat kurang tidur. Namun perbedaan antarindividu besar, dan efeknya tidak terus bertambah hanya karena minum lebih banyak.

Kelelahan, kondisi, dan lingkungan

Apa yang bisa dilakukan dengan tes ini

Dengan mengukur di perangkat yang sama sambil mengubah kondisi, misalnya sebelum dan sesudah tidur, minum kopi, atau berolahraga, Anda bisa melihat faktor mana yang paling berpengaruh bagi Anda. Namun tes ini bukan alat diagnosis medis.

Referensi

Coba tes ini sekarang →